IMG-20260406-WA0036
Kabar Nasional

Ketua Umum BRN, Relly Reagen: Kecam Pernyataan Provokatif, Jaga Etika Demokrasi*

Jakarta, 6 April 2026 — Ketua Umum BRN, Relly Reagen, mengecam keras pernyataan yang disampaikan oleh Saiful Mujani yang dinilai mengandung unsur hate speech, provokatif, serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Menurut Relly, pernyataan tersebut tidak hanya menyerang secara tidak proporsional, tetapi juga berpotensi merusak tatanan demokrasi yang sehat serta melemahkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional, termasuk terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menilai pernyataan tersebut sudah melampaui batas kebebasan berpendapat dan masuk ke ranah ujaran yang tidak mencerminkan etika demokrasi. Ini berbahaya karena dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat,” tegas Relly.

Lebih lanjut, Relly juga mempertanyakan kapasitas dan dasar pernyataan yang disampaikan oleh Saiful Mujani.

“Kapasitasnya sebagai apa dalam menyampaikan pernyataan tersebut? Jika dalam konteks kompetisi demokrasi jagoannya kalah, maka seharusnya disikapi dengan kedewasaan. Silakan maju kembali di kontestasi berikutnya, bukan dengan membangun narasi yang provokatif,” ujarnya.

Relly menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tetap dijamin dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara santun, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan kegaduhan publik.

“Kami menghormati setiap saran dan pendapat, itu sah-sah saja. Namun, harus disampaikan dalam koridor etika, norma, dan semangat menjaga persatuan bangsa,” tambahnya.

BRN juga menegaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji langkah hukum atas pernyataan tersebut. Jika ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, tidak menutup kemungkinan akan ditempuh jalur hukum melalui laporan polisi (LP) kepada pihak berwenang.

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya menjaga ruang publik tetap sehat serta memberikan efek jera terhadap praktik komunikasi yang dinilai melanggar hukum dan etika.

BRN mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh politik, akademisi, dan masyarakat luas, untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional, menahan diri dari narasi yang memecah belah, serta mengedepankan dialog yang konstruktif.

“Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menjunjung tinggi adab, bukan yang dipenuhi provokasi. Mari kita jaga persatuan demi kepentingan bangsa dan negara,” tutup Relly Reagen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *